Pengikut

Pengikut

Rabu, 11 Juni 2014

B. Pengertian tentang psikologi Istilah psikologi dari pada istilah dalam bahasa Inggris Psychology. Yang berarti terdiri dari atas kata psyche dan logy yang berarti ilmu. Psyche dapat diartikan sebagai prinsip hidup, diartikan pula sebagai jiwa, di mana di dalamnya termassuk pula proses-proses kesadaran dna ketidaksadaran. Dengan demikian dapat pula diartikan sebagai ilmu jiwa. Akan tetapi defenisi yang sederhana ini akan menimbulkan suatu masalah baru, dimana apabila kita artikan sebagai ilmu jiwa maka tentunya kita harus mengetahui tentang apakah sebenarnya yang dimaksud dengan ilmu jiwa itu; Padahal masalah jiwa adalah semata-,mata urusan Tuhan dan tidak dapat di jangkau oleh pengetahuan manusia ataupun setidak-tidaknya sampai dewasa ini dapat dikatakan belum terjangkau oleh pengetahuan manusia. Dalam mempelajari psikologi ini akan lebih banyak kita mengadakan pengenalan terhadap gejala-gejala tingkah laku, sehingga timbul kecenderungan banyak orang untuk memberikan defenisi bahwa psikologi itu sebagai suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari gejala-gejala tingkah laku manusia, bahkan sampai gejala-gejala tingkah laku binatang dan pri kehidupan tumbuh-tumbuhan. Demikian pendapat ini dikemukakan oleh aliran psikologi behaviorisme yang dipelopori oleh J.B. Watson yang berpengaruh pada puncak tahun 1919-1930, akan tetapi ahli-ahli psikologi kemudian sampai dewasa ini senantiasa bertolak dan mengembangkan aliran behaviourisme tersebut walaupun dengan sebutan aliran yang lain dari titik tolak aliran yang semula. Arti psikologi dalam kaitannya dengan ilmu keguruan mempunyai sasaran arti yang diarahkan untuk mempelajari gejala-gejala umum tingkah laku manusia dalam arti anak didik, baik secara individual maupun tingkah laku kelompok yang berada dalam situasi belajar dan mengajar. Dan semuanya itu akan memberikan bekal dasar bagi para calon guru dalam mennghadapi praktek di dalam situasi yang bersangkutan. C. METODE-METODE DALAM PSIKOLOGI Metode dalam psikologi, berarti suatu cara untuk mengumpulkan data yang berkenan dengan gejala-gejala psikolgi baik yang diperoleh melalui cara individual maupun kelompok. Di dalam menggunakan sesuatu metode tertentu kadang-kadang di perlukan teknik-tehnik tertetu pula agar pelaksanaan metode itu lebih berhasil dan lebih terperinci serta mendalam apa yang diharapkannya. Metode-metode psikologi yang pada umumnya digunakan, khususnya psikologi yang dikaitkan dengan program keguruan antara lain bisa dikemukakan seperti: instropeksi, biografi observasi, penelitian keturuanan, eksperimen dan lain-lain. Sedangkan tehniknya antara lain bisa digunakan seperti misalnya tehnik wawancara, test, angket, sosiometri, dan lain-lain. 1. Metode Introspeksi Introspeksi berasal dari kata intros, artinya dalam dan spektare artinya mengamati. Dengan metode ini berarti mengadakan penelitaian terhadap diri sendiri yang dilakukan secara individual yang bersangkutan selesai tingkah laku. Dan oleh karena penelitan terhadap diri sendiri itu dilakukan setelah perbuatannya berlangsung maka, metode ini disebut juga dengan sebutan metode retrospeksi, artinya penelitian kembali. Penggunaan metode ini akan berhasil, apabila dilakukan oleh orang yang memiliki pengetahuan yang luas tentang psikologi dan orang mampu berbuat jujur terhadap dirinya sendiri. 2. Metode Observasi Metode ini disebut juga dengan metode ekstrospeksi, yang artinya mengadakan penelitian terhadap orang lain. Untuk pelaksanan metode observasi selain harus dilakukan oleh orang-orang yang memiliki pengetahuan luas dalam bidang psikologi, juga dalam pelaksanaanya perlu menggukan teknik-teknik tertentu yang lebih sesuai dengan orang-orang yang diselidikinya. Metode ini dapat dilakukan seperti: wawancara, test, dan lain-lain. 3. Metode Biografi Biografi berarti riwayat hidup seseorang. Dengan metode biografi berarti mempelajari riwayat hidup seseorang yang datanya digunakan untuk mengambil kesimpulan tentang suasana kehidupan psikis orang bersangkutan. Tehnik-tehnik dalam metode biografi ini dan digunakan seperti dengan cara mempelajari karangan-karangannya, buku-bukunya, buku harian, dan lain-lain. Biografi yang ditulis sendiri dinamakan otobiografi. Metode biografi baik akan berhasil apabila ditulis oleh orang-orang yang jujur dalam arti obyektif serta memahami pengetahuan psikologi, sehingga nilai biografinya mejadi obyektif dan setiap aspek hidup yang dikemukakannya akan mudah ditangkap mengenai asppek-aspek psikologinya. 4. Penelitian Keturuanan Metode penilitian keturunan berarti mempelajari psikolgi yang didasarkan atas gejala-gejala tingkah laku individu ditinjau dari pada perkembangan yang berkelangsungan. Dalam pengguanaan metode ini biasanya dipergunakan dua jenis tehnik, yaitu: secara horizontal dan teknik vertical. Dengan teknik horizontal atau disebut juag dengan teknik cross sectional, bahwa penilitiannya dilakukan dengan mengambil beberapa aspek psikolgi terhadap beberapa atau sekelompok individu yang usianya sebaya, bahkan mungkin pula terhadap jenis kelaminnya pula. Aspek-aspek yang diteliti menyeluruh, melainkan misalnya hanya terhadap aspek berpikir, aspek tingkah laku sosial dan sebagainya. Sedangkan dengan teknik vertical atau disebut pula dengan teknik longitudinal, penelitiannya dilakakukan dengan cara mengikuti perkembangan psikologis seseorang atau sekelompok individu yang berlangsung dari tahun ketahun. 5. Eksperimen Eksperimen sebagai metode penilitian psikolgis mula-mula dikemukakan oleh Wilhem Wunt tahun 1897 di laboratorium. Pada pokoknya eksperimen ini digunakan dua jenis kelompok penelitian, dimana kelompok yang satu digunakan sebagai kelopok yang benar-benar untuk diselidiki atau kelompok eksperimen. Sedangkan satu kelompok yang lainnya digunakan untuk mengontrol atau kelompok control. Kedua kelompok diatas harus ditentukan sama dalam arti sama dalam usianya, sama pendidikannya, sama dalam statusnya, di dalam pergaulan sosial dan lainnya-lainnya. Bagi kelomok eksperimen kemudian diberikan beberapa faktor tertentu dalam eksperimen seperti yang dinamakan dalam istilah faktor-faktor eksperimen atau independent variabel. Kemudian kedua kelompok tersebut diberi tugas untuk mengerjakan tugas yang sama. Apabila hasilnya ternyata terdapat perbedaan, maka perbedaan-perbedaan itu disebabkan karena adanya faktor eksperimen tersebut. Dalam hubungannya dengan teknik-teknik daripada metode psikologi diatas sekedarnya berikut dikemukakan beberapa hal yang dianggap perlu diantaranya: a. Teknik Wawancara Wawancara atau interview merupakan teknik untuk pengumpulan data dari pada individu dengan melakukan tanya jawab secara berhadap-hadapan. Ditinjau dari pada isi data masalahnya, maka wawancara ini tidak dapat dibagi menjadi secara langsung dan tidak langsung sifatnya. Wawancara sifatnya langsung, berarti bahwa wawancara itu dilakukan terhadap individu yang hendak diselidiki; Sedangkan wawancara yang sifatnya tidak langsung, yaitu bilamana wawancara itu dilakukan terhadap individu lain yang dapat memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan dari pada individu yang hendak diselidiki. b. Teknik Angket Angket sebagai suatu teknik pengumpulan data dilakukan secara tertulis dan bisa digunkan untuk sekelompok individu secara sekaligus. Angket ini berupa daftar pertanyaan yang harus dijawab tertulis ataupun berupa dafar isian yang harus diisi oleh individu yang akan diselidiki ataupun individu lain yang dianggap tepat mampu memberikan keterangan-keterangan untuk individu yang diselidiki itu. Dan oleh karena itu maka dalam angket pun dapat pula digunakan angket langsung dan tidak langsung. c. Test Psikologis Test sebagai suatu teknik pengumpulan data adalah berupa suatu daftar pertanyaan yang telah disusun secara cermat dan sistematis. Test psikologis ini pada umumnya telah disusun menuju sasaran-sasaran tertentu misalnya mengenai bakat, minat, intelegensi, kepribadian, dan lain-lain. Ditiap-tiap fakultas ataupun sekolah biasanya tersedia bagian psikologi ini untuk dapat m,melayani kebutahan yang memerlukannya. d. Sosiometri Sosiometri merupakan teknik pengumpulan data baik bagi individu maupun kelompok individu dalam hubungannya dengan pergaulan sosial di dalam lingkungannya. Dengan teknik ini di dalam sekelompok pergaulan sosial individu-individunya ditugaskan untuk menuliskan sejumlah tertentu dari teman-teman yang ia senangi, dan disusun menurut urutannya. Peneliti harus menjamin kerahasiannya agar anak tersebur dapat secara bebas menentukan pilihannya. Atas dasar data tersebut lalu diolah, sehingga penelitiaan akan dapat mengetahui kedudukan tiap-tiap anak dalam pergaulan sosialnya. BAB II

Tidak ada komentar:

Posting Komentar